rahasiainvestasiemas.com rahasia sukses ber-investasi emas dengan cara yang belum pernah dipikirkan APALAGI dilakukan sebelumnya

Produksi Emas dari Freeport Turun 28%

Posted on February 8, 2013

Jakarta - PT Freeport Indonesia menjual 915 ribu ounces emasnya (1 ounces setara 31,1 gram) dari tambang Grasberg di Papua selama 2012. Jumlah ini menurun dari penjualan emas di 2012 sebanyak 1,27 juta ounces.

Penjualan emas Freeport dari tambang emas terbesar dunia di Papua yang dimilikinya memang terus menurun. Di 2011 lalu penjualan emas Freeport dari tambang Grasberg adalah 1,76 juta ounces.

Demikian laporan kinerja Freeport pada 2012 yang dikutip, Jumat (8/2/2013).

Laporan tersebut menyebutkan, meski jumlah penjualan menurun, namun harga rata-rata emas yang dijual Freeport meningkat. Di 2012 lalu, rata-rata harga penjualan emas Freeport dari tambangnya di Papua adalah US$ 1.664 per ounces, naik dibandingkan di 2011 sebesar US$ 1.583 per ounces.

Jumlah produksi emas Freeport di 2012 lalu disebutkan hanya 862 ribu ton, turun drastis dari 2011 yang sebesar 1,272 juta ton.

Jika dikalikan, maka di 2012 Freeport memperoleh uang dari penjualan emas di tambang Grasberg, Papua US$ 1,52 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun. Jumlah ini menurun dari 2011 yang mencapai US$ 2,06 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun.

Selain emas, dari tambang Grasberg di Papua, Freeport juga menjual tembaga sebanyak 716 juta pounds di 2012, turun dari 2011 yang sebesar 846 juta pounds,

Meskipun penjualan emas Freeport dari Papua nilainya besar, namun pemerintah selama ini cuma kedapatan jatah royalti 1%. Lalu untuk tembaga pemerintah hanya dapat jatah royalti 1,5%-3,5%. Royalti ini jelas jauh lebih rendah dari negara lain yang biasanya memberlakukan 6% untuk tembaga dan 5% untuk emas dan perak.

Di Indonesia, dalam aturan royalti pertambangan yang ditetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No.45/2003 tentang Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku, royalti emas ditetapkan 3,75% dari harga jual kali tonase.

Kontrak karya Freeport ditandatangani pada 1967 untuk masa 30 tahun terakhir. Kontrak karya yang diteken pada awal masa pemerintahan Presiden Soeharto itu diberikan kepada Freeport sebagai kontraktor eksklusif tambang di atas wilayah 10 km persegi di Papua.

Pada 1989, pemerintah Indonesia kembali mengeluarkan izin eksplorasi tambahan untuk 61.000 hektar. Dan pada tahun 1991, penandatanganan kontrak karya baru dilakukan untuk masa berlaku 30 tahun berikut 2 kali perpanjangan 10 tahun. Ini berarti kontrak karya Freeport baru akan habis pada 2041.

Sepertinya harga emas bakalan naik nih ... ! Buruan Investasi Emas!!

Sumber

Comments (0) Trackbacks (0)

No comments yet.


Leave a comment

No trackbacks yet.